Ingkar janji meski tak ingin.
Yang paling terjadi adalah tertunda. Berikutnya tak terlaksana sempurna.
Soal waktu ini, harus mengaku telak, aku jamaah yang setia menunda.
Termasuk janji untuk mulai menulis lagi.
Bah.
Kadang ada ide melintas, menarik untuk ditulis, tapi begitu ketemu laptop, malah ngegame dan atau surfing. Nulisnya kapan?
Ide kadang juga muncul dari ketemu teman.
Seperti beberapa hari lalu. Kami ngobrol soal keinginannya mendirikan perguruan tinggi seni. Itu akan diupayakannya sebagai kompensasi dari dukungan terhadap seorang kandidat.
Dari obrolan itu, terbetik ide untuk menulis tentang merintis perubahan atau, karena temanya seni, merintis iklim kreatif di satu kawasan.
Dari manakah ia harus dimulai?
Dari orang per orangkah?
Dari sebuah lembaga kah? Sekolah kah itu? Masjid kah itu?
Atau dari kumpul kumpul tak mengikat?
Nah tunggu tulisanku.
Dengan catatan, moodku bagus dan waktunya dapet.
Mood naik turun karena menunggu panggilan kerja.
Nganggur.
Harusnya itu tak jadi alasan
No comments:
Post a Comment