Tuesday, July 18, 2006

banu qurayza

aku tidak tahu istilah yang akrab untuk banu qurayza ini apa, puak quraisy? sepertinya bukan ya, karena suku quraisy itu kan sukunya Nabi Muhammad, padahal yang dimaksud di sini adalah suku Yahudi yang jadi musuh kaum muslim dalam perang khandaq (parit).
Nama suku ini menarik perhatian setelah dalam sebuah milis seorang pesertanya mengirimkan kisah pembunuhan banu qurayza ini untuk menunjukkan bahwa dalam sejarah (awal) Islam, pernah terjadi pembunuhan satu kaum (ethnic cleansing) dengan mengatasnamakan agama.
Semula aku meragukan cerita ini, "pastilah ini sumbernya orientalis pemutar balik sejarah," begitu pikirku semula. Apalagi rujukan awal yang dimaksud pemosting itu hanya kumpulan hadist, tanpa rujukan naratif kejadiannya.
Ternyata rujukannya ada . salah satu biografi Nabi yang kredibel pula, tulisan Muhammad Husin Haekal.
Agak tergetar juga. Karena si pengirim itu menyebutkan adanya pembunuhan terhadap anak berusia 12-15 tahun. dan itu atas perintah Nabi!
Belum sempat kubaca dengan teliti, apa memang seperti itu adanya.
Sejauh ini aku mencoba menghibur diri, bahwa ini masih perlu klarifikasi lagi. Dan aku sudah meniatkan untuk bertanya kepada mereka yang kupikir cukup ahli.

Selain soal ini, satu lagi yang ingin kutanyakan adalah soal budak. Bagaimana sebenarnya duduk perkaranya budak ini dalam Islam.
Pertanyaan. Yang sudah lama terpendam, sekarang teringat lagi.
Semoga aku tidak seperti disebutkan seorang dosen sastra dari UGM, kebanyakan dari kita menerima begitu saja kebenaran yang dinisbatkan kepada agama, sebabnya tak lain karena kemalasan kita juga.
Moral, nilai-nilai kita, kebanyakan adalah warisan yang kita terima tanpa tanya, bukan sesuatu yang kita cari sendiri, apalagi dihayati sepenuh hati.

Jakarta, 18 Juli (harusnya sih dua hari lalu menulis ini)

No comments: