Seorang teman akan menikah.
Teman lama, pernah cukup akrab, sekarang karena akan sekota lagi, Insya Allah akan akrab lagi.
Teman ini, entah karena apa, pernah berikrar tidak akan menikah. "Menikah itu kebutuhan, bukan kewajiban, aku tidak butuh menikah," jelasnya.
Melalui proses yang agak berbelit, dia akhirnya bertemu sang calon. Semula dia masih menolak, entah kenapa, tapi teman ini biar keras, tapi cukup sopan. Dia minta waktu pengenalan setahun dan diajaknya si calon bertemu keluarganya. Bukan untuk meminta restu, katanya, tapi dengan harapan si calon merasa tak cocok lalu perlahan menjauh. Maklum si calon dari keluarga berada, sementara si teman, apalah daya.
Ternyata, Ibu temanku malah sumringah. Si calon pun tak hendak mundur pula.
"Mungkin inilah jalanku, paling tidak menyenangkan ibuku" pikir si teman. Perlahan, temanku itu belajar menerima, dan saat bertemu, dia tampak bahagia, geraknya ringan, tawanya mulai lepas.
Mereka akan segera menikah.
Saat duduk bersama, tak tahan hati, aku berkomentar sedikit.
"Kau, telah kukenal sebagai orang yang tahan menderita. Mungkin kau sudah lulus. Saatnya ujian baru, dengan hidup senang, nah apa rencanamu untuk hidup senang?"
Alhamdulillah dia tak tampak tersinggung dengan pertanyaanku ini.
Dia bahkan terlihat senang.
Bersiap hidup senang. Ya setidaknya lewat perkawinan ini dia akan mengalami lompatan lumayan. Mendapat istri, disupport mertua untuk rumah dan kendaraan.
Dia mengaku agak shock. Terlalu cepat.
Tapi, dia setuju dengan saran seorang teman lagi yang ikut duduk bersama. "Mungkin ini buah dari jalan hidupmu selama ini jadi, saran kami, terimalah."
Dan ia tampak menerimanya.
Kembali ke pertanyaanku. Menjalani hidup senang pun rupanya perlu persiapan.
Maksudku, agar tak tersia-sia.
Karena sekian lama puasa, begitu datang sedikit lega, orang lantas berpesta, akibatnya rudin lagi.
Aku tak ingin teman itu mengalaminya.
Semoga dia siap dan menerima saran dan komentar kami, sahabatnya.
Temanku menikahlah. Arungi hidup untuk kebaruan, hari ke hari.
No comments:
Post a Comment