Tuesday, July 18, 2006

Rakan "Sekolah"

Kemarin, Senin, 17 Juli, anakku Rakan Amir masuk TPA.
TPA alias taman pendidikan Al quran, tak tahu sejak kapan persisnya, adalah wahana pendidikan pra sekolah yang cukup populer saat ini.
Kalau tak salah dulunya hanya belajar iqra' --metode belajar membaca dan menulis huruf arab yang beda dengan jamanku kecil dulu, turutan. Lalu, konon, gratis pula. Maka hiduplah masjid dan mushola setelah sekian lama ditinggal anak dan balita.
Entah sekarang belajar apalagi, hanya aku yakin pasti ada lagi lainnya. Untuk bisa ikut TPA di dekat rumah itu, istriku membayar sejumlah uang, untuk membeli tas, crayon, buku, pensil dan seragam.
Seragamnya seperti baju koko putih bermotif batik warna hijau. Ditambah celana panjang berwarna hijau dan peci hijau pula.
Rakan tampak tampan. Ah anakku, Alhamdulillah.
Satu tahapan dalam siklus hidup kini ditapaki Rakan.
Istriku gembira sekali. Dia ijin ke kantornya untuk datang terlambat.
Sayang, aku tak sempat mengantar hari pertama Rakan "sekolah," meski aku ingin juga.
Sorenya, cerita istriku, Rakan berani nyanyi bintang kecil di depan kelas, meski tanpa gaya.
Ah bangganya
Penguat rasa di saat bapaknya dag-dig-dug menunggu kabar dari tanah nun jauh di sana.

Jakarta, 18 Juli 2006
(Foto Rakan menyusul ya)

No comments: