Sebenarnya ini tulisan kedua.
Yang pertama, gara-gara tak mengerti, gagal tersimpan.
Sederhana saja isi yang pertama itu. Aku ulangi saja ya.
Alasan kenapa akhirnya aku punya blogger sendiri.
Sederhana juga, yaitu, karena rasa senang saja.
Banyak hal bermula dari tak sengaja dan rasa suka.
Kemarin, Selasa, 10 Juli, aku berangkat lebih pagi. Itu membuatku merasa senang. Aku jadi seperti kebanyakan pekerja commuter - penglaju Jabotabek. Berangkat lebih pagi, subuh kalau perlu, untuk lepas dari perangkap macet dan menangkap semangat kerja.
Istriku sempat curiga, dikiranya aku akan bertemu seseorang, karena sebelumnya dia sudah kuberitahu bahwa bos besar sedang pulang kampung, jadi tidak ada alasan untuk kerja lebih rajin, maksudnya datang lebih pagi. Aku yakinkan dia, aku merasa senang saja, bisa berangkat lebih pagi.
Sewaktu senang datang, ilham pun mampir, kenapa tidak aku mulai membuat blogger, untuk menandai saat-saat tertentu dalam hidupku. Itu kemarin.
Jadinya baru hari ini.
Itu pun setelah aku membaca sebuah blog dari Pak Batara Hutagalung, bermula dari postingnya di milis mediacare. Tulisannya tenang dan dalam. Tampaknya itu banyak bermula dari penghayatannya pada Budhisme yang dianutnya. Kuingat-ingat , aku pernah punya cita-cita untuk dikenal sebagai orang yang tenang dan punya pemikiran mendalam. Karena itu aku jadi ingin bisa menulis seperti dia.
Sayang, aku terlalu malas untuk menambah wawasan. Aku malah suka pada hal-hal yang instan dan bersifat segera. Karena itu aku suka komputer dan internet, meski juga cuma sekedar end user. Lebih parah lagi, aku juga orang yang cenderung ceroboh, clumshy kata istriku.
Paling tidak aku sudah ingat lagi, apa mauku, he he.
O iya kenapa nglangut?
Ini bahasa Jawa. aku sendiri lahir dan besar di Palembang, tak ada darah Jawa sedikit pun, entah berapa generasi terdahulu, tapi sejak kuliah di Yogya, aku merasa lebih mudah menemukan dunia melalui bahasa Jawa.
Iya, tapi kenapa nglangut?
Nglangut itu kalau tak salah artinya rasa terhanyut ke dalam satu suasana yang intens karena senyap, kutemukan lagi setelah membaca rubrik tari dalam majalah tempo minggu ini.
Jadi meski agak ceroboh dan tergesa-gesa, aku ini juga sebenarnya orang yang suka nglamun, suka nglangut.
Bayarannya, kerap dicemberuti orang-orang terdekat. Dikira mikir siapa gitu.
Padahal yang nglangut saja.
Biar agak jelas, maka kubuatlah blog ini.
Begitu
1 comment:
nglangut sih boleh saja...asal jangan nglangut jorok yaaa... :-P
Post a Comment